Halo dunia,
hari ini sepupu aku resmi menyandang status sebagai istri. Acara bersejarah itu terjadi tadi pagi di sebuah gedung kna’an school. wew rame bre, sampai rela tuh para tamu makan sambil berdiri. aku mah ogah, ntar baru masuk langsung keluar, phiw. dalam keluarga besar ibuku, sepupu aku anak pertama yang udah melepas masa lajangnya. jadi dah semua keluarga pada ngumpul, yang dari kampung, dari padang, dari cilegon. Padat.
lagi jam-jam rame, mulai dah nih mata jelalatan. apalagi ngeliat tuh penyanyi yang tampil dipanggung. wuih, ada satu yang tampil memukau, selain suaranya merdu, duh wajahnya manis lagi. yah sayang nya cuma satu itu, gak dapat lagi nopenya, haddeh. yang lain nya sih rata-rata. salah satu kerugian acara dalam gedung, gak ada biduwan bohay nya, haa.
‘Trus Kapan??’ tanya tante aku. wew kapan apa nih???? ini nih yang bikin hati berdebar, setelah no.1 lanjut no.2. semua mata memandang aku sekarang, si no.2. mana penyakit jomblo belum sembuh lagi. penyakit jomblo sejak lahir. obatnya cuma seorang wanita manis yang mau menerima aku apa adanya. eaaaaa
sejak aku sudah bisa merasakan getaran cinta, aku menjadi makhluk paling pemalu terhadap gadis. bahkan untuk melihat mata atau berbicara pada gadis sejelek mpok nori sekalipun tetap aja gak kuat. PARAH. ini terjadi ketika aku bertemu bidadari kecil di sekolah dasar, tepatnya kelas 4b. layaknya bocah ingusan yang selalu berlari mengitari kelas, mengejar-ngejar mereka yang menjitak kepalaku. teb, aku berhenti tepat di depan meja kayu yang menempel pada dinding kanan kelas. di situlah aku bertemu bidadari. masih kecil ia, sibuk bergurau dengan teman sebangkunya tanpa memperhatikan ingusku. iiiiiihh.
mulai saat itulah aku merasakan gelombang-gelombang cinta. selalu memantaunya dari bangkuku sendiri, tak perduli lagi pada mereka yang menjitak kepalaku. selalu mengumpulkan informasi tentangnya, mencuri-curi pandang apa yang dikerjakannya, mencari-cari waktu agar bisa berbicara padanya. Dia bidadari kecil yang sangat lincah, selalu tertawa, bikin gemas perangainya, ingin selalu di dekatnya.
suatu hari aku mencoba meluapkan rasa di dada melalui gambar. walau tak pandai menggambar, tapi tetap nekad menggambar >.<! jadilah dia sebagai model gambarku. tiba-tiba ia datang ke belakang, mengambil gambar yang terjatuh dan bertanya dengan suara empuknya. ‘Siapo yang gambar ni?’ buhhh, kaget bukan kepalang, aku bengong sesaat, ‘dio ni na’ jawabanku persis kayak ketahuan maling ayam di kandang oleh pemilik ayam. teman yang kupikir mau satu komplot, malah mojokkin. ‘pena aku itam, barna tu na pake pena biru’. tuusss, barang bukti masih terselip diantara telunjuk dan jari tengah. jadilah mukaku merah, sama merahnya dengan dia yang sedikit tersenyum lalu membawa gambar kembali ke bangkunya. ihhiyyy
setelah lulus sd dengan nilai tinggi ke 7, aku tak pernah lagi satu sekolah dengannya. smp, sma, kampus, selalu beda, tapi rasa dihati selalu sama, hanya ingin dia. hingga akhirnya aku tau, rumahku yang sekarang berdekatan dari rumahnya. hanya butuh alasan agar bisa main ke rumahnya, dan dapat kembali menggambar bidadariku.
oh ya, lupa. ini masuk tahun baru hijriyah. Selamat Tahun Baru Islam 1433 H, moga satu tahun ke depan kita diberikan kenikmatan yang tak terhingga, dan aku bertemu bidadariku.